Kegiatan,  Metrologi

5 Jenis Cap Tanda Tera yang Wajib Kamu Ketahui

Sahabat, tahukah kamu jika alat ukur yang digunakan untuk transaksi perdagangan wajib dilakukan tera atau tera ulang? Tera atau tera ulang berfungsi untuk memastikan alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) yang digunakan dalam transaksi sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Alat ukur wajib ditera ulang dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Contoh, Timbangan meja dan timbangan elektronik yang biasa digunakan untuk transaksi perdagangan di pasar wajib ditera ulang setiap satu tahun.

Pemilik timbangan wajib melakukan tera ulang ke Unit Metrologi Legal yang menaungi daerah tersebut. Di Kabupaten Semarang, pelayanan tera ulang dapat dilakukan di kantor UPTD Metrologi Legal, Jalan Erlangga Raya, No. 1 Langensari, Ungaran Barat. Tera ulang dapat dilayani setiap Hari Senin s.d. Kamis, jam 07.15 s.d. 15.30 WIB, dan Hari Jumat jam 07.00 s.d. 11.30 WIB.

Sebelum dibubuhkan Cap Tanda Tera, timbangan akan diuji sifat metrologinya oleh Penera. Pengujian sifat metrologi yang diuji antara lain : Pengujian Kebenaran, Pengujian Eksentrisitas, Pengujian Penyetelan Nol, Pengujian Tara, Pengujian Kemampuan Ulang (Repeatability), Pengujian Kemiringan, dan pengujian lainnya sesuai dengan jenis timbangan. Apabila dalam pengujian timbangan tidak dapat menunjukan nilai yang benar, pemilik timbangan dapat memperbaiki timbangan terlebih dahulu. Perbaikan timbangan dapat dilakukan oleh reparatir yang telah memiliki sertifikat reparasi timbangan. Apabila timbangan dapat menunjukan nilai yang benar, maka timbangan dapat dilakukan pembubuhan cap tanda tera sah.

Ada 5 jenis tanda tera yang harus kamu perhatikan saat bertransaksi, yaitu tanda sah, tanda batal, tanda jaminan, tanda pegawai berhak, dan tanda daerah.
Mari kita jabarkan satu persatu

  1. Tanda Sah. Tanda Tera Sah berbentuk segi lima beraturan yang didalamnya terdapat angka yang menunjukkan kode tahun tanda sah.

2. Tanda Batal. Tanda Tera batal berbentuk segitiga dengan garis vertikal didalamnya. Cap tanda tera ini dibubuhkan dan/atau dipasang pada UTTP yang tidak memenuhi persyaratan pada waktu ditera atau ditera ulang.

3. Tanda Jaminan. Tanda Tera Jaminan berbentuk lingkaran dengan gambar bunga teratai didalamnya. Tanda Tera Jaminan dibubuhkan dan/atau dipasang pada bagian tertentu pada UTTP untuk mencegah penukaran dan/atau perubahan.

4. Tanda Pegawai Berhak. Tanda Tera Pegawai Berhak berbetuk lingkaran dengan kode huruf didalamnya. Tanda Pegawai Berhak dibubuhkan dan/atau dipasang pada UTTP untuk mengetahui pegawai yang melakukan peneraan.

5. Tanda Daerah. Tanda Tera Daerah berbentuk oval dengan tulisan angka didalamnya. Angka ini tersebut menunjukkan kode daerah dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Unit Metrologi Legal (UML) yang melakukan tera dan/atau tera ulang.

Tanda-tanda tera tersebut berguna untuk memastikan penjual dan konsumen tidak dirugikan saat bertransaksi karena kepastian ukuran

Yuk, bagikan informasi ini agar semakin banyak masyarakat yang peduli dan melek terhadap metrologi.

sumber gambar : @direktorat_metrologi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!